• Beranda
  • Artikel
  • Berkunjung ke Museum Bahari, Belajar Sejarah Sekaligus Berkontribusi untuk Jakarta

Berkunjung ke Museum Bahari, Belajar Sejarah Sekaligus Berkontribusi untuk Jakarta

26 Maret 2026

Sobat Pajak, Jakarta memiliki kekayaan sejarah maritim yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. Salah satu ruang belajar yang menyimpan kisah tersebut adalah Museum Bahari, yang berlokasi di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Lebih dari sekadar destinasi wisata sejarah, Museum Bahari juga menjadi bagian dari sumber retribusi daerah yang berkontribusi langsung pada pembangunan Jakarta.

Museum Bahari, Warisan Sejarah yang Terus Dihidupkan

Museum Bahari menempati bangunan bersejarah peninggalan abad ke-17 yang dahulu digunakan sebagai gudang VOC. Dari tempat inilah berbagai komoditas penting seperti rempah-rempah, kopi, dan hasil bumi Nusantara diperdagangkan ke mancanegara. Kini, bangunan tersebut difungsikan sebagai museum yang menyimpan koleksi tentang pelayaran, perkapalan tradisional, peta kuno, serta sejarah kemaritiman Indonesia.

Kawasan Museum Bahari juga dilengkapi dengan Menara Syahbandar dan bangunan bersejarah lainnya, yang memperkaya pengalaman wisata edukatif bagi pengunjung.

Wisata Edukatif yang Memberi Dampak Nyata

Setiap kunjungan ke Museum Bahari memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, masyarakat mendapatkan pengalaman belajar sejarah dan budaya. Di sisi lain, retribusi dari tiket masuk museum menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk mendukung pembiayaan pelayanan publik dan pelestarian aset budaya Jakarta.

Data kunjungan menunjukkan bahwa Museum Bahari memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukatif. Sepanjang tahun 2022 hingga November, museum ini mencatat lebih dari 20 ribu pengunjung, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Angka tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat sekaligus peluang untuk terus meningkatkan kontribusi retribusi daerah dari sektor pariwisata budaya.

Baca juga: Makin Mudah! Ini Daftar Channel Pembayaran Retribusi Jakarta 

Retribusi yang Kembali untuk Masyarakat

Retribusi yang dibayarkan pengunjung Museum Bahari tidak berhenti sebagai pemasukan semata. Dana tersebut digunakan kembali untuk:

  • Pemeliharaan dan pengelolaan museum

  • Peningkatan kualitas layanan dan fasilitas 

  • Mendukung pelestarian bangunan cagar budaya

  • Pengembangan konten edukasi dan kegiatan kebudayaan

Dengan kata lain, setiap tiket yang dibeli turut berperan dalam menjaga warisan sejarah Jakarta agar tetap lestari dan dapat dinikmati generasi berikutnya.

Terjangkau dan Bernilai Edukatif

Museum Bahari menawarkan tarif masuk yang relatif terjangkau untuk semua kalangan, baik pelajar, masyarakat umum, maupun wisatawan mancanegara. Dengan biaya yang ramah di kantong, pengunjung sudah dapat menikmati koleksi sejarah, ruang edukasi, serta pengalaman wisata budaya yang bernilai tinggi.

Ayo Dukung Jakarta Lewat Kunjungan Wisata Budaya

Mengunjungi Museum Bahari bukan hanya soal rekreasi, tetapi juga bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan Jakarta. Melalui retribusi daerah, masyarakat ikut mendukung keberlanjutan pengelolaan museum, pelestarian sejarah, dan peningkatan layanan publik.

Mari jadikan Museum Bahari sebagai pilihan destinasi wisata edukatif. Datang, belajar, dan berkontribusi—karena dari kunjungan kecil, dampaknya bisa besar bagi Jakarta.

Baca juga: Kenapa Retribusi Penting untuk Jakarta?